Empat sahabat berusaha mendekati mahasiswa baru yang pendiam dan penuh teka-teki. Seiring waktu, mereka mulai merasa ada yang aneh dengan kebiasaan pria itu. Aroma anyir di kamarnya dan cara Ia memandang mereka seolah sedang mencari mangsa.
Enzy, penyiar radio kampus yang pulang malam habis siaran, harus memutari kampus bersama Cantika, mahasiswi yang pulang malam juga, karena bebererapa pintu kampus sudah ditutup, namun, Enzy juga harus mencari jalan keluar dari Cantika yang bersamanya saat pulang malam.
Wira yang hanya tinggal dengan sang kakak, Ava. Dibuat seakan menanggung beban dari batin orang terdekatnya, Seperti percintaan dengan sang pacar, Icha yang selalu menuntut finansial demi menghidupi gaya hidupnya. Kemudian sikap emosional Ava yang semakin tak terkendali akibat penggunaan narkotika. Lalu teman kuliah, Raga. Yang sudah dianggap dekat dengan Wira, justru menjadi pemasok narkoba untuk Ava, tanpa Wira sadari. Dengan rasa yang ditampung dan tidak dapat dibendung, akhirnya Wira mengakhiri apa yang dirasa beban selama ini.
Seorang supir yang bernama Rahmat sangat sulit menemukan WC umum yang buka di malam hari, hingga ia menjumpai Pom Bensin yang terlihat sunyi dan sepi dan hanya ada 1 karyawan yang terlihat.
Dianggap berbeda merupakan bukan hal yang baru bagi Sekar, beranjak dewasa sulitnya kehidupan membuat Sekar sulit membedakan dunia nyata dan dunia yang ada di pikirannya. Saat sesi foto berubah jadi mimpi buruk, Sekar mulai curiga sahabatnya Deni telah digantikan, oleh sesuatu yang bukan manusia. Tapi siapa sebenarnya yang kehilangan akal, Deni, atau dirinya sendiri?