Tiga sahabat kampus Dimas, Fahid, dan Fiona tengah mengerjakan proyek film dokumenter untuk tugas metode penelitian mereka. Saat mencari narasumber, mereka memutuskan mewawancarai seorang seniman misterius yang tinggal di tempat terpencil.
Dianggap berbeda merupakan bukan hal yang baru bagi Sekar, beranjak dewasa sulitnya kehidupan membuat Sekar sulit membedakan dunia nyata dan dunia yang ada di pikirannya. Saat sesi foto berubah jadi mimpi buruk, Sekar mulai curiga sahabatnya Deni telah digantikan, oleh sesuatu yang bukan manusia. Tapi siapa sebenarnya yang kehilangan akal, Deni, atau dirinya sendiri?