Anugerah yang putus asa mengakhiri hidupnya dengan melompat dari balkon kamarnya. Setelah terjatuh, ia terbangun di hari di mana hubungannya dan ibunya, Tyas, masih baik-baik saja, yaitu hari di mana ia lagi-lagi mendapatkan peringkat satu di sekolahnya.
Tiga sahabat kampus Dimas, Fahid, dan Fiona tengah mengerjakan proyek film dokumenter untuk tugas metode penelitian mereka. Saat mencari narasumber, mereka memutuskan mewawancarai seorang seniman misterius yang tinggal di tempat terpencil.
Tio, seorang pemuda berusia 24 tahun yang memiliki lika-liku hidup yang cukup rumit di segi ekonomi. Hidupnya semakin suram Ketika kedua orang tuanya mati meninggalkan utang yang cukup besar, sehingga dirinya terpaksa harus menebus utang tersebut. Segala cara telah ia lakukan sampai suatu Ketika dia terikat dengan dunia hitam yang membuat dirinya menjadi kaya raya secara instan. Namun ia tak menyadari bahwa dunia baru yang ia jalani juga memiliki dampak buruk yang membuatnya mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya. Ternyata dunia hitam yang ia Jalani memerlukan tumbal nyawa untuk memenuji semua keinginan yang Tio mau.
Wira yang hanya tinggal dengan sang kakak, Ava. Dibuat seakan menanggung beban dari batin orang terdekatnya, Seperti percintaan dengan sang pacar, Icha yang selalu menuntut finansial demi menghidupi gaya hidupnya. Kemudian sikap emosional Ava yang semakin tak terkendali akibat penggunaan narkotika. Lalu teman kuliah, Raga. Yang sudah dianggap dekat dengan Wira, justru menjadi pemasok narkoba untuk Ava, tanpa Wira sadari. Dengan rasa yang ditampung dan tidak dapat dibendung, akhirnya Wira mengakhiri apa yang dirasa beban selama ini.
Seorang anak kecil yang sedang menamani ayahnya kekantor, tiba-tiba menemukan hal-hal menyeramkan saat sendirian dan pulang belakangan dari kantor. Sang anak mencoba untuk tetap bertahan dan menghadapi gangguan yang ia alami, namun, sosok apakah yang menemaninya saat Pulang Belakangan?
Dianggap berbeda merupakan bukan hal yang baru bagi Sekar, beranjak dewasa sulitnya kehidupan membuat Sekar sulit membedakan dunia nyata dan dunia yang ada di pikirannya. Saat sesi foto berubah jadi mimpi buruk, Sekar mulai curiga sahabatnya Deni telah digantikan, oleh sesuatu yang bukan manusia. Tapi siapa sebenarnya yang kehilangan akal, Deni, atau dirinya sendiri?