Tiga sahabat kampus Dimas, Fahid, dan Fiona tengah mengerjakan proyek film dokumenter untuk tugas metode penelitian mereka. Saat mencari narasumber, mereka memutuskan mewawancarai seorang seniman misterius yang tinggal di tempat terpencil.
Dianggap berbeda merupakan bukan hal yang baru bagi Sekar, beranjak dewasa sulitnya kehidupan membuat Sekar sulit membedakan dunia nyata dan dunia yang ada di pikirannya. Saat sesi foto berubah jadi mimpi buruk, Sekar mulai curiga sahabatnya Deni telah digantikan, oleh sesuatu yang bukan manusia. Tapi siapa sebenarnya yang kehilangan akal, Deni, atau dirinya sendiri?
Seorang anak yang baru pertama kali memiliki kamar sendiri harus melawan ketakutannya terhadap gangguan sang penunggu kamar agar dapat tidur dengan nyenyak.
Wira yang hanya tinggal dengan sang kakak, Ava. Dibuat seakan menanggung beban dari batin orang terdekatnya, Seperti percintaan dengan sang pacar, Icha yang selalu menuntut finansial demi menghidupi gaya hidupnya. Kemudian sikap emosional Ava yang semakin tak terkendali akibat penggunaan narkotika. Lalu teman kuliah, Raga. Yang sudah dianggap dekat dengan Wira, justru menjadi pemasok narkoba untuk Ava, tanpa Wira sadari. Dengan rasa yang ditampung dan tidak dapat dibendung, akhirnya Wira mengakhiri apa yang dirasa beban selama ini.
Enzy, penyiar radio kampus yang pulang malam habis siaran, harus memutari kampus bersama Cantika, mahasiswi yang pulang malam juga, karena bebererapa pintu kampus sudah ditutup, namun, Enzy juga harus mencari jalan keluar dari Cantika yang bersamanya saat pulang malam.