Sudah 8 tahun Ayane meninggalkan kota tempat ia tumbuh dan berkembang bersama ibunya, namun ia membenci ibunya karna ibunya menikahi orang yang lebih muda dan melupakan dirinya
Melalui doa-doanya Tirkem berhasil mengubah nasib keluarganya, tapi ketika kematian berhenti datang, kelaparan pun kembali. Terjepit oleh keadaan, Tirkem dihadapkan dengan dua pilihan: menyelamatkan orang yang paling peduli padanya, atau tetap bertahan dalam kondisi kelaparan