Menjelang diselenggarakannya Festival Sihir Agung yang membuat para siswa bersemangat, Will masih tetap bekerja di kedai milik dwarf seperti biasanya. Tiba-tiba, salah satu dari tiga murid terbaik di akademi, Julius, muncul di sana.
Demi menjaga kehormatan para dwarf, Will memutuskan untuk melawan Julius di Festival Sihir Agung. Bersama Colette dan Sion, mereka berpartisipasi dalam kompetisi "Perang Mahkota" untuk memperebutkan mahkota di altar.
Praksis akbar akhirnya dimulai. Ini seharusnya menjadi praksis berbahaya yang mewajibkan siswa menghadapi situasi bertahan hidup, tapi Lihanna dan anggota tim lainnya terlalu hebat, sehingga Will tampak menjadi beban.
Di depan banyak orang, Will tiba-tiba diserang Sion, salah satu rekan timnya. Sion mengungkapkan perasaan rumit yang ia pendam selama ini bersama sihirnya dan Will menanggapinya secara langsung.
Will adalah siswa di akademi sihir, tapi ia tak bisa menggunakan sihir sama sekali. Ia dipandang rendah semua orang dan kerap dipanggil anak gagal. Suatu hari, ia melihat teman sekelasnya yang kerap merundungnya diserang monster.