Seorang supir yang bernama Rahmat sangat sulit menemukan WC umum yang buka di malam hari, hingga ia menjumpai Pom Bensin yang terlihat sunyi dan sepi dan hanya ada 1 karyawan yang terlihat.
Tiga sahabat kampus Dimas, Fahid, dan Fiona tengah mengerjakan proyek film dokumenter untuk tugas metode penelitian mereka. Saat mencari narasumber, mereka memutuskan mewawancarai seorang seniman misterius yang tinggal di tempat terpencil.
Dianggap berbeda merupakan bukan hal yang baru bagi Sekar, beranjak dewasa sulitnya kehidupan membuat Sekar sulit membedakan dunia nyata dan dunia yang ada di pikirannya. Saat sesi foto berubah jadi mimpi buruk, Sekar mulai curiga sahabatnya Deni telah digantikan, oleh sesuatu yang bukan manusia. Tapi siapa sebenarnya yang kehilangan akal, Deni, atau dirinya sendiri?
Anugerah yang putus asa mengakhiri hidupnya dengan melompat dari balkon kamarnya. Setelah terjatuh, ia terbangun di hari di mana hubungannya dan ibunya, Tyas, masih baik-baik saja, yaitu hari di mana ia lagi-lagi mendapatkan peringkat satu di sekolahnya.