Di tengah puncak kariernya, Nike dihadapkan pada dilema besar dalam kehidupan pribadinya. Pertemuan dengan Azni yang seharusnya menjadi momen bahagia, justru menjadi awal Nike Ardilla merasakan titik terendah dalam hidupnya.
Setelah belasan tahun 3 putri pelangi akhirnya bersatu kembali. Mereka segera menyusun strategi untuk merebut Negri Pelangi dari kekuasaan jahat Ratu Magma.
Beruk Emas, Broma Membara, Mantiloh, Si Buta Dari Gua Buat Elu dan Samurat bersatu mencari pedang Pusaka Dewa, lambang perdamaian dunia persilatan yang hilang dari perguruan Keramas, agar dunia persilatan tak kembali kacau.
Melalui doa-doanya Tirkem berhasil mengubah nasib keluarganya, tapi ketika kematian berhenti datang, kelaparan pun kembali. Terjepit oleh keadaan, Tirkem dihadapkan dengan dua pilihan: menyelamatkan orang yang paling peduli padanya, atau tetap bertahan dalam kondisi kelaparan